Mendikbud Bebaskan Sekolah Kembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Secara Mandiri

Mendikbud Bebaskan Sekolah Kembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Secara Mandiri

Mendikbud Bebaskan Sekolah Kembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Secara Mandiri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadhiem Makarim

memberikan kebebasan bagi sekolah, kelompok guru mata pelajaran sejenis dalam sekolah, Kelompok Kerja
Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG/MGMP), dan individu guru untuk memilih,
membuat, menggunakan, dan mengembangkan format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) secara mandiri untuk sebesar-besarnya keberhasilan belajar murid.

Keputusan Mendikbud itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang

Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, tertanggal 10 Desember 2019, yang
ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, dan Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

“Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan prinsip efisien,
efektif, dan berorientasi pada murid,” tegas Mendikbud dalam Surat Edaran itu.

Baca Juga

Paparkan Temuan Rekening Kasino Kepala Daerah, PPATK: Pola Baru Pencucian Uang

DPR Sebut Fungsi Pengawasan OJK Belum Maksimal
Bankir Mulai Soroti Ancaman Virus Corona Terhadap Ekonomi Nasional
DPR: Belum Ada Bentuk Kawasan Industri yang Ideal
Penerbangan Indonesia-Cina di Bandara Soekarno-Hatta Hari Ini Mulai Ditutup

Menurut Mendikbud, 13 (tiga belas) komponen RPP yang diatur dalam Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu:

1. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;

2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;

3. kelas/semester;

4. materi pokok;

5. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian Kompetensi Dasar
(KD) dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
dalam silabus dan KD yang harus dicapai;

6. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja
operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan;

7. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;

8. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan
ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian
kompetensi;

 

Baca Juga :