MANAJEMEN PERSEDIAAN

Table of Contents

MANAJEMEN PERSEDIAAN

MANAJEMEN PERSEDIAAN

Perencanaan persediaan berhubungan dengan penentuan komposisi persediaan, penentuan waktu atau penjadwalan, sertalokasi untukmemenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahaan yang diproyeksika. Pengendalian persediaan meliputi pengendalian kuantitas dan jumlah dalam batas-batas yang telah direncanakan dan perlindungan fisik persediaan. Banyak pertimbangan dalam pengelolaan persediaan : akan tetapi, disini kitapusatkan perhatian pada aspek-aspek yang berhubungan dengan fungsifinansial dan peranan controller.

PENTINGNYA PENGELOLAAN PERSEDIAAN

Perusahaan merupaakan investasi pentingdan meminta perhatian yang besardari controller dalam pengembangan teknik pengendalian dalam memelihara saldo persediaan yang cukup dengan biaya yang sekecil-kecilnya. Perseiaan merupaka harta yang sensitif terhadapkekunoan,penurunan harga pasar, pencurian,pemborosan, kerusakan, dan kelebihan biaya sebagai akibat salah arus. Conrtoller harus menganalisis persediaan secara mendetail dan menyediakan kepada manajemen laporan yang cukup, sehingga kondisiyang kurtang baik dapat diperbaiki dengan segera.

BIAYA PENYELENGGARAAN PERSEDIAAN

Biaya bunga adalah dihitung apabila dipinjam uang mendapatkan persediaan atau modal kerja bunga atas persediaan atau modal kerja bunga atas pinjaman. Atau dapat dihitung imputed interest dengan menggunakan suatu tarif bunga yang setara denganhasil penghasilan atas investasi dalam alternatif lain. Biaya persediaan lain yang harus dikenal adalah: biaya asurans;pajak;biaya penggunaan dan pentimpanan serta penyelenggaraan;kerugian kecurian; kerusakan; pengusutan; kekunoan; dan lain-lain. Jumlah semua biaya ini plus bunga, mudah mencapai 25% sampai dengan 40%  dari nilai persediaan setahun. Oleh karena itu, controller mempunyai kesempatan untuk mengurangi biaya dengan cara meperbaiki pengelolaan persediaan.

MANFAAT MANAJEMEN PERSEDIAAN

Manajemen persediaan yang layak mempunyai berbagai keuntungan penting, antara lain :

  1. Menekan investasi modal dalam persediaan pada tingkat yang minimum.
  2. Mengeliminasi atau mengurangi pemborosan dan biayayang timbul dari penyelenggaraan persediaan yang berlebihan, kerusakan, penyimpana, kekunoan, dan jarak serta jarak asuransi persediaan.
  3. Mengurangi resiko kecurangan  atau kecurian persediaan.
  4. Menghindari resiko penundaan produksi dengan cara selalu menyediakan bahan yang diperlukan.
  5. Memungkinkan pemberian jasa yang lebih memuaskan kepada para pelanggan dengan cara selal menyediakan bahan atau barang yang diperlukan.
  6. Dapat mengurangi investasi dalam fasilitas dan peralatan pegudangan.
  7. Memungkinkan pemerataa produksi melalui penyelenggaraan persediaan yang baik merata sehingga dapat membantu stabilitas pekerjaan.
  8. Menghindarkan atau mengurangi kerugian yang timbul karena penurunan harga.
  9. Mengurangi biaya opname fisik persediaan tahunan.

10.  Melalui pengendalian yang wajar dan informasi yang tersedia untuk persediaan, dimungkinkan adanya pelaksanaan pembelian yang lebih baik unutk memperoleh keuntungan dari harga khusus dan dari perubahan harga.

11.  Mengurangi penjualan dan biaya administrasi, melalui pemberian jasa/ pelayanan yang lebih baik kepda para pelanggan.

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN

Manajemen harus memastikan bahwa akn dikebangkan rencana yang sesuai untuk menghasilkan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar, bahwa rencana tersebut akan direvisi apabila kondisi perusahaan memerlukan, dan peralatan sesuai dengan rencana.

Dengan pengintergrasian sistem manajemen persediaan dengan pengendalian akuntansi, penganalisaan persediaan yang terinci, dan pelaporan periodik akan dapat tersedia mekanisme untuk mengarahkan perhatian terhadap masalah persediaan yang memerlukan tindakan perbaikan. Beberapa teknik pengendalian akuntansi dapat dipergunakan oleh manajemen untuk menjegah terjadinya kondisi-kondisi yang menyimpang. Teknik-teknik khusus yang dapat dipandang sebagai alat untuk mencapai pengendalian persediaan adalah sebagai berikut :

  1. Penetapa titik persediaan minimum dan maksimum.
  2. Penggunaan rasio perputaran persediaan (inventory turnover).
  3. Pertimbangan manajemen.
  4. Analisi nilai.
  5. Pengendalian budget.

Dalam banyak persediaan, cara pengendalian tertentu dipergunakan untuk hanya beberapa jenis persediaan, dan cara yang lain dipergunakan untuk jenis persediaan lain yang mempunyai kebutuhan pengendalian yang berbeda..

TANGGUNG JAWAB PENGELOLAAN PERSEDIAAN

Beberapa alasan mengapah fungsi penjualan harus bertanggung-jawab untuk pengendalian persediaan barang jadi, yaitu :

  1. Departemen penjualan adalah, atau harus, dalam posoisi yang paling baik untuk memahami trens dan permintaan pasar. Jika esekutif penjualanlah yang bertanggung jawab untuk persediaan, maka dia mendapat insetif tambahan untuk menggunakan pengetahuan pasar sampai sepenuhnya.
  2. Apabila para eksekutif penjualan mempunyai tanggung-jawab untuk pengendalian persediaan barang jadi, maka mereka lebih mungkin memberikan perhatian ynag lebih besar untuk menjalankan persediaan secara mutahir.
  3. Tanggung jawab untukpersediaan barang jadi merupaakinsetif untuk penaksiran kebutuhan secara lebih baik dalam memproyeksikan kebutuhan penjualan dan permintaan-permintaan atas produksi.

SASARAN DAN KEBIJAKSANAAN PERSEDIAAN

Kebijaksanaan-kebijaksanaan umum yang akan mengatur akumulasi persediaan, dan juga fungsi-fungsi yang berhubungan dalam berbagi divisi perusahan, harus dibuat pada pimpinan tertinggi. Beberapa hal yang akan tercakup sbb;

  1. Modal maksimum yang akan diinvestasikan dalam persediaan.
  2. Luasnya pembelian spekulatif yang diperbolehkan.
  3. Perubahan yang mungkin dalam moda, jasa/ Pelayanan kepada pelanggan, atau usaha penjualan.

FASILITAS PERGUDANGAN DAN PENGENDALIAN YANG CUKUP

Faktor ketiga yang penting dalam pengendalian persediaan adalah fasilitas pergudangan dan penyelenggaraan/penanganan yang memadai. Oleh karena ada barang-barang yang tidak dapat ditemukan, maka akan dibeli bahan yang berlebihan atau yang sebenarnya tidak diperlukan. Kerugian karena kekunuoan dan kerusakan akan menjadi tinggi. Kondisi seperti itu akanmembuat catatan perpetual akan kehilangan artinya. Pengendalian persediaan yang baik jelas tidaklah mungkin. Sebaliknya fasilitas yang tersedia tidak boleh terlalu luas, sehingga menimbulkan biaya pengendalian yang tidak perlu.

STANDARISASI DAN SIMPLIFIKASI PERSEDIAAN

Standarisasi merupakan istilah yang lebih lazim yang berhubungan denganpenetapan standar. Dalam hal persediaan, standarisasi berhubungan dengan penguranagan suatu produk menjadi beberapa jenis, ukuran, dan karakterisrik tetapyangdianggap sebagai standar. Tujuannya adalah untuk mengurangi banyaknya jenis/unsur barang, untuk menetapakan kemungkinan dapat ditukarkannya berbagai bagian dan produk yang telah siap mdiolah, dan untukk menetapkan standar kualitas bahan.

CATATAN DAN LAPORAN YANG MEMADAI

Catatan persediaan harus berisi informasi untuk memenuhi kebutuhan para staf pembelian, produksi,penjualan, dan keuangan. Informasi yg mungkin diperlukan mengenai sesuatu jenis/kelas persediaan adalah sebagai berikut ;

  • Kuantitas yang diperlukan untuk kontrak spesifik.
  • Kuantitas yangdiperlukan untuk suatu siklus produksi tertentu.
  • Kuantitas dalam pesanan.
  • Kuantitas yang ada ditangan.
  • Kuantitas yang ada di tangan.
  • Kuantitas yang dipisahakan untuk kontrak, pelanggan, atu order produksi khusu.
  • Pengalama historis.
  • Harga pokok perunit.
  • Kuantitas minimum dan maksimum.
  • Kuantitas pemesanan standar.
  • Titik reoder ( pemesanan kembali ).
  • Titik reoder (pemesanan kembali).
  • Data penjadwalan.
  • Waktu penyerhaan.

TENAGA KERJA YANG MEMUASKAN

Manajemen persediaan bukan terlaksana melelui penetapan prosedur dan penyelenggaraan catatan pembukuan. Tetapi diperoleh melalui tindakan manusia, dan tidak ada yang dapat menggantikan kecakapan dan pertimbangan manusia. Seseorang harus mempunyai perhatiandan dan inisiatif yang cukup untuk menelaah catatan dan merekomendasikan atau mengambil tindakan perbaikan. Kecakapan ini tidak dapat hanya berada dijenjang manejer tetinggi, tetapi harus sampai pada mereka yang diberi tanggung-jawab khusus terhadap pengendalian persediaan.

MAKSIMUM DAN MINIMUM

Dalam menetapakan titik maksimum dan minimum,faktor berikut harus dipertimbangkan ;

  1. Tingkat penggunaan atau penyerahan.
  2. Waktu yang diperlukan untuk membeli atau memproduksi.
  3. Kuantitas pesanan yang ekonomis.
  4. Fasilitas pergudangan yang Ekonomis.
  5. Modal kerja ynag tersedia.
  6. Biaya penyelenggaraan persediaan.
  7. Kemungkinan bahan yang disimpan mengalami kerusakan atau kekunoan.
  8. Kondisi pasar secara umum dan luasnya spekulasi.
  9. Pengaruh pada perputaran tenaga kerja.

Sumber : https://merkbagus.id/