Kriteria Baik Manajer Proyek

Kriteria Baik Manajer Proyek

Kriteria Baik Manajer Proyek

Kriteria Baik Manajer Proyek

Badiru dan Pulat (1995) menjelaskan bahwa peran seorang manajer proyek akan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi sasaran dan tujuan. Seorang manajer proyek mempunyai tanggung jawab yang utama dalam memastikan bahwa suatu proyek diterapkan menurut rencana proyek. Manajer proyek mempunyai jarak interaksi yang luas di dalam dan di luar lingkungan proyek itu.

Shtub (1994) menggambarkan diagram kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seorang manajer proyek. Diantaranya adalah:

  • Budgeting and Cost Skills
  • Schedulling and Time Management Skills
  • Technical Skills
  • Leadership Skills
  • Resource Management and Human Relationship Skills
  • Communication Skills
  • Negotiating Skills
  • Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills
  • Problem Solving

Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:

  • Karakter Pribadinya

Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.

ü  Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.

ü  Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.

ü  Asertif

ü  Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.

  • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola

ü  Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.

ü  Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.

ü  Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.

ü  Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.

ü  Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.

ü  Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.

ü  Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.

ü  Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.

ü  Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.

ü  Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.

Sumber : https://forbeslux.co.id/