Kilas Balik Pemblokiran Internet Papua Hingga Jokowi Digugat

Kilas Balik Pemblokiran Internet Papua Hingga Jokowi Digugat

Kilas Balik Pemblokiran Internet Papua Hingga Jokowi Digugat

Presiden Joko Widodo dan Kementerian Komunikasi dan Informatika

(Kominfo) resmi digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta atas kebijakan pemblokiran internet di Papua Papua dan Papua Barat pada Agustus 2019.

Tepatnya hari Rabu, 21 Agustus 2019, pemerintah Jokowi melakukan pemblokiran internet di bumi Cenderawsih itu menyusul pecahnya aksi unjuk rasa di beberapa wilayah seperti Fakfak, Sorong, Manokwari, dan Jayapura.

Awalnya pemerintah Jokowi melakukan throttling atau pelambatan akses di beberapa

daerah pada 19 Agustus 2019. Ironisnya, kebijakan yang dilakukan dua hari setelah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu dijalankan hanya melalui siaran pers.

Akibat pemblokiran internet, warga Papua sempat membakar kantor Telkom Indonesia di Jayapura. Selama dua pekan, warga di puluhan kabupaten dan kota Papua dan Papua Barat dibuat sulit karena tidak bisa menggunakan internet dalam aktivitas ekonomi dan kesehariannya.

Jaringan komunikasi seperti SMS dan telepon di Jayapura, Papua pun sempat terganggu. Telkomsel menyebut layanan telepon dan SMS Telkomsel di Papua untuk sementara mengalami gangguan pada 29 Agustus 2019.

Lihat juga:Jokowi Digugat Karena Tak Terbuka soal Kondisi Darurat Papua

 

Alih-alih meredam gelombang protes, pemblokiran internet malah diberlakukan dilakukan lebih dari dua pekan. Pada 6 September 2019, pemerintah akhirnya mulai membuka akses internet. Namun, pembukaan saat itu pun hanya dilakukan beberapa wilayah Papua dan Papua Barat saja.

Pemerintah Jokowi saat itu tetap bersikeras tak akan mencabut pemblokiran di seluruh wilayah di Papua untuk meredam kabar bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan provokasi di Papua.

Warga Papua, kala itu juga diminta untuk tidak menyebarkan hasutan lewat media sosial, agar kondisi Papua cepat pulih.

 

Baca Juga :