Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia

Jenis-jenis manusia purba di Indonesia yang berhasil ditemukan hingga saat ini adalah sebagai berikut

Pithecanthropus erectus

Fosil manusia purba yang pertama kali ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthropus erectus. Nama ini kemudian disepakati oleh para ahli di sebut Homo erectus. Fosil ini pertamakali ditemukan di daerah Trinil, Jawa Timur, pada tahun 1890 oleh Eugene Dubois. Kata Pithecanthropus erectus berasal dan bahasa Yunani, fithekos, berarti kera; anthropos, berarti manusia; dan erectus, berarti tegak, atau manusia kera yang sudah berjalan tegak. Fosil yang ditemukan berupa geraham, tulang rahang, bagian atas tengkorak, dan tulang paha kiri. Berdasarkan tulang tengkorak yang ditemukan itu, diperkirakan isi (volume otaknya berkisar 750 cc. Volume otak manusia modern pada umumnya lebih dan 1.000 cc, sedangkan kera maksimal 600 cc. Dengan demikian, makhluk ini lebih cocok disebut manusia sehingga dinamakan Homo erectus. 

Homo soloensis

Homo soloensis adalah jenis manusia purba yang ditemukan oleh G.H.R.Von Koenigswald dan F Weidenreich pada tahun 1921 – 1934 di dekan Desa Ngandong. Desa ini berada di lembah Sungai Bengawan Solo. Manusia purba Homo soloensis sudah lebih tinggi tingkatannya daripada Homo erectus. Bentuk fisik Homo soloensis hanya sedikit yang kelihatan seperti kera, sehingga lebih menyerupai manusia. Oleh karena itu, manusia purba ini disebut Homo soloensis atau manusia dari solo.

Meganthropus Palaeojavanicus

Meganthropus Palaeojavanicus adalah manusia raksasa dari Jawa. Ditemukan oleh Ralph von Koeningswald di daerah Sangiran pada tahun 1936 dan 1941. Manusia purba ini ditemukan di lapisan pucangan (pleistosen bawah). Meganthropus diduga hidup pada dua juta sampai satu juta tahun yang lalu. Ciri-ciri fosil manusia ini yaitu: Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala; Bertulang pipi tebal dengan tonjolan kening yang mencolok; Tidak berdagu; Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat; dan Makanannya adalah jenis tumbuh-tumbuhan.  

Homo wajakensis

Dalam penelitian berikutnya, ditemukan jenis manusia purba yang dikenal sebagai Homo wajakensis. Nama Homo Wajakensis diberikan berdasarkan tempat ditemukannya fosil tengkorak manusia purba di daerah Wajak, dekat Tulungagung, Jawa Timur. Tengkorak manusia purba jenis ini menurut penemunya E. Dubois, berlainan dengan tengkorak bangsa Indonesia umumnya. Tengkorak ini lebih banyak kesamaannya dengan penduduk asli Benua Australia. E. Dubois kemudian menyimpulkan Homo wajakensis termasuk bangsa Australoid, namun dianggap juga manusia purba keturunan Homo soloensis.


Sumber:

https://www.kuliahbahasainggris.com/