Dikpora Gelar Workshop Bimtek MBS Jenjang SD

Dikpora Gelar Workshop Bimtek MBS Jenjang SD

Dikpora Gelar Workshop Bimtek MBS Jenjang SD

Pemerintah melalui Kemendiknas telah merintis Manajemen Berbasis Sekolah

(MBS) sejak tahun 1999 di 4 provinsi dan 7 kabupaten termasuk Provinsi Maluku, dan setelah berhasil pada beberapa sekolah program MBS tersebut mendapat bantuan dari dalam maupun luar negeri.

Pernyataan ini disampaikan Kapada Dinas Dikpora Maluku Drs. Semmy Risambessy, MM dalam arahannya ketika membuka Workshop Bimtek Manajemen Berbasis Sekolah Jenjang SD, berlangsung di-Wijaya Hotel Senin (21/7).

Dikemukakan, implementasi program MBS di Maluku memberikan dampak positif

seperti peningkatan manajemen sekolah yang lebih transparan, partisipatif, demokratis dan akuntabel.

Maningkatnya mutu pendidikan, menurunya tingkat putus sekolah, implementasi pembelajaran pada peserta didik dengan strategi pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, serta peningkatan peran masyarakat terhadap pendidikan SD.

Dijelaskan, secara umum MBS digunakan sebagai pendekatan pengelolaan sekolah

untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolaah secara menyeluruh, dengan mengacu pada 7 komponen yakni kurikulum dan pembelajaran, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, pembiayaan, sarana dan prasarana, hubungan sekolah dan masyarakat, serta budaya dan lingkungan sekolah.

Mengingat pentingnya MBS, maka pengembangan programnya di SD telah disusun dalam renstra Kemendiknas, dari tahun 2010 hingga tahun 2014 yang mengamanatkan pada akhir tahun 2014 sebanyak 90 persen SD di Indonesia telah menerapkan MBS dengan baik, karenanya langkah strategi guna peningkatan kuantitas dan kualitas SD yang menerapkan MBS dengan baik perlu disusun dan dilaksanakan, “tandas Risambessy.

Sementara itu Ketua Penitia Workshop Drs. Dahlan Soulissa.M.Si melaporkan, Workshop Bimtek MBS Jenjang SD, bagi tim pembina ditingkat kabupaten/kota di ikuti 33 peserta dari 11 kabupaten kota, se-Maluku masing-masing kabupaten/kota 3 orang.

Tujuannya adalah membina, mengembangkan komponen manajemen kurikulum pembelajaran, mengembangkan manajemen peserta didik, juga pendidik dan kependidikan, mengembangkan sarana dan prasarana, serta manajemen pembiayaan, sehingga terbinanya pengembangan komponen hubungan sekolah dan masyarakat, serta terbinanya pengembangan budaya dan lingkungan sekolah.

Seluruh pembiayaan kegiatan ini dibebankan pada dana dekonsentrasi penjaminan kepastian layanan pendidikan SD tahun anggaran 2014.(TM04)

 

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/pengertian-islam/