BUKU PEDOMAN AKUNTANSI

Table of Contents

BUKU PEDOMAN AKUNTANSI

BUKU PEDOMAN AKUNTANSI

Suatu buku pedoman akuntansi harus menyajikan semua kebijaksanaan akuntansi dan prosedur – prosedur implementasinya. Isi dan organisasi dari pedoman demikian akan berbeda – beda sesuai dengan ukuran unit perusahaan, sifat perusahaan, dan struktur organisasi; namun contoh – contoh subyek yang akan dicakup adalah sebagai berikut :

  1. Tujuan dan kegunaan dari buku pedoman
  2. Metode – metode untuk melakukan dan menyetujui adanya perubahan – perubahan.
  3. Bagan organisasi – fungsi akuntansi serta finance (pembiayaan) dan juga suatu referensi terhadap seluruh organisasi.
  4. Bagan dan teks perkiraan – perkiraan, termasuk klasifikasi dan uraian umum mengenai setiap perkiraan.
  5. Garis – garis besar fungsional dari semua unit akuntasi.
  6. Semua kebijaksanaan yang berhubungan dengan finance (pembiayaan) dan akuntansi serta prosedur – prosedur terperinci mengenai implementasi.
  7. Laporan – laporan intern dan ekstern yang akan disiapkan, dengan menyebutkan tanggungjawab yang dilimpahkan, tanggal dan distribusinya.
  8. Skedul induk dari laporan – laporan yang diperlukan oleh dan dari organisasi departemen controller.
  9. Prosedur – prosedur dan skedul – skedul penutupan buku.

10.  Intruksi – intruksi khusus seperti penetapan  harga pokok.

11.  Valuta asing.

12.  Pengawasan harta.

13.  Beraneka macam intruksi seperti surat bentuk standar, kabel dan nilai statistik, kabel penjabaran, persyaratan – persyaratan pelaporan yang unik dan lain – lain.

REVISI BUKU PEDOMAN

Adalah merupakan keharusan bagi perusahaan untuk memutakhirkan buku pedoman yang telah disusun dan membuatnya sejajar dengan kebijaksanaan – kebijaksanaan terbaru dari perusahaan.

Saran – saran yang berhubungan dengan revisi terhadap suatu prosedur atau buku pedoman yang telah ada :

  1. Revis harus ditangani atas dasar yang terjadwal secara sistematis.
  2. Semua prosedur harus ditinjau secara periodic untuk menetapkan kemuktakhirannya.
  3. Perubahan akan namakan biaya yang mahal, sehingga evaluasi yang sesuai harus dilakukan mengenai keperluan untuk mengadakan perubahan.
  4. Perubahan – perubahan atau revisi – revisi harus dikoordinasikan dengan semua unit yang terpengaruh, terutama organisasi pemakai buku pedoman atau prosedur.
  5. Untuk memudahkan tinjauan, perubahan – perubahan spesifik terhadap suatu prosedur yang telah ada harus ditunjukan dalam naskah.
  6. Revisi harus menunjukkan tanggal mulainya yang efektif dan menunjukkan bahwa hal itu merupakan suatu revisi.
  7. Dokumentasi revisi disertai komentar – komentar bahasan.

Buku pedoman

Salah satu tujuan utama dari buku pedoman akuntansi dari sebuah perusahaan adalah menciptakan adanya keseragaman dalam prinsip – prinsip, praktek – praktek dan prosedur – prosedur akuntansi yang diterapkan dalam seluruh  perusahaan.

Ikhtisar

penggunaan buku pedoman prosedur yang efektif tergantung dari factor – factor sebagai berikut :

  1. Orang yang mampu untuk mengembangkan prosedur – prosedur, apakah sebagai suatu tanggungjawab fungsional atau staf.
  2. Kerjasama dari semua orang atau apartemen yang berhubungan, termasuk staf prosedur dan unit – unit operasi serta rekonsiliasi dari pandangan – pandangan yang bertentangan.
  3. Disiplin manajemen yang perlu untuk memastikan adanya ketaatan terhadap buku pedoman prosedur yang telah diterbitkan

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/